Dan aku (tak) tahu masa depan akan membawa ke mana.

Sebuah kalimat singkat dengan makna yang jelas. Tapi sejelas apapun kata-kata tersebut, ambiguitas masih bisa diciptakan.

Kalimat itu bisa diartikan apa saja oleh pembaca, tapi tetap si penulislah yang lebih berhak mengartikannya dengan sudut pandangnya. ya, dengan sudut pandangnya sendiri.

Saya sendiri sebagai penulis kalimat di atas, meskipun mengambil dari syair sebuah lagu, saya punya pengertian sendiri.

Ambiguitas tercipta.

Dan aku (tak) tahu masa depan akan membawa ke mana.

aku memang tak tahu masa depan akan membawaku ke mana. tapi di sini saya mencoba untuk sebisa saya untuk membawa masa depan saya sendiri. dengan tangan dingin, dengan kehangatan yang tak nyata.

saya masih terngiang curhatan dari teman saya. dia tidak bisa konsentrasi belajar hanya karena perempuan yang dia suka teringat dengan mantannya. saat aku diminta komentar aku hanya mengatakan, “gila”.

apabila aku diposisinya aku akan “use my ego and tyranny to chase my OWN dream”. oleh karena itu sampai sekarang saya masih bisa konsentrasi belajar meskipun ada sesuatu yang mungkin sedikit meresahkan hati.

banyak sekali anak muda yang menjanjikan hal-hal materil kepada hawa, tapi aku tidak. kebanyakan dari mereka menggunakan harta orang tua mereka untuk menepati janji itu. mungkin terlihat bias, mungkin pernyataan saya terlihat agak iri dengki karena saya bukan dari keluarga dengan orang tua yang berpunya. tapi tidak, ini idealisme saya sendiri.

mana yang lebih baik, memanjakan hawa dengan harta orang tua atau dengan harta jerih payahmu sendiri. sederhana, jawabnya ‘terserah anda’.

selain itu, banyak sekali anak muda yang menjanjikan hal-hal muluk kepada hawa, namun tanpa disertai aksi nyata. inilah idealisme saya lagi, saya lebih baik ‘take action’ untuk mencoba merealisasikan impian hawa tanpa janji-janji kosong. saya berjanji di dalam hati saya sendiri, tidak menjanjikan kepada hawa. dan sekali lagi, “memang agak gila”.

dan jadi, apa salahnya melupakan hawa sejenak demi masa depan yang lebih cerah?

masa depan, ya, masa depan.

……….

amin.

Advertisement