Baru-baru terdengar suatu berita yang cukup menggemparkan seantero kalimantan, karena salah satu jembatan vital dari kalimantan ini ambruk. Ya, jembatan Kutai Kartanegara. Ambruknya jembatan Kutai Kartanegara ini merupakan salah satu dampak dari ambruknya moralitas politisi pelaku proyek jembatan tersebut. Mengapa? Saat ada pertanyaan mengapa, justru timbul lagi pertanyaan mengapa yang lain, yaitu: Mengapa baru 10 tahun semenjak dibangun, jembatan tersebut telah ambruk?
Mengapa?
Garis besarnya begini, saat ambruknya jembatan Kutai Kartanegara tersebut, media langsung menyorot menuju aspek politiknya. Menurut saya, hal tersebut adalah hal yang absurd. Logika saja, apabila dalam kurun waktu 10 tahun jembatan tersebut ambruk, harusnya yang perlu disorot adalah aspek keteknik sipilannya, bukan aspek politiknya. Di sini tersirat menyatakan bahwa media yakin bahwa di sini pasti terjadi politisasi proyek. Dan hal ini benar-benar terlihat sangat Indonesia sekali.
Berikut adalah sekilas video tentang ketekniksipilan mengenai ambruknya jembatan kukar.
Bukankah lebih baik apabila yang disorot terlebih dahulu oleh media adalah tentang hal tersebut?
Sebagai mahasiswa, saya sangat prihatin dengan hal ini. Dalam tulisan ini bukan berarti saya sebagai mahasiswa merasa yakin bahwa saya bisa melakukan hal yang lebih baik, tapi apalah daya saya, saya hanya mahasiswa biasa tanpa kekuasaan apa-apa yang bisa ikut mengubah hal tersebut. Saya hanya bisa memberi dukungan moral agar tidak terjadi hal-hal seperti hal terkait.
BERANGUS POLITISASI YANG NEGATIF!
HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!



